Senin, 24 Februari 2014

Islamic Book Fair 2014

Foto dari www.islamic-bookfair.com
Islamic Book Fair atau seringkali (bahkan dikenal) dengan sebutan IBF, telah hadir di Jakarta belasan tahun yang lalu. Pameran buku terbesar se-Indonesia ini dari tahun ke tahun dilaksanakan di Istora Senayan. Dari tahun ke tahun pula, pameran buku ini menjadi semakin besar karena semakin banyak penerbit buku yang ikut serta dalam event tahunan para pecinta buku ini, baik dalam dan luar negeri. IBF tahun ini adalah yang ke 13 dan akan dilaksanakan mulai tanggal 28 Februari hingga tanggal 9 Maret 2014. Pemilihan tanggal yang sangat tepat. Akhir bulan hingga awal bulan berikutnya. Pasti paham dong, maksudku, yupps, tanggalnya para pegawai lagi gajian. Yang swasta akhir bulan dan yang negeri, awal bulan. Kalau nggak bisa nahan diri, bisa-bisa gaji sebulan, abis sehari nih, di sini doang!!

So, sebelum berangkat, pastikan kamu sudah punya list buku apa saja yang hendak kamu beli. Memang seru sih, hunting buku-buku baru. Kalau tidak memungkinkan untuk membuat list buku yang hendak dibeli, setidaknya buat batasan berapa nominal uang yang boleh dibelanjakan di pameran tersebut. Jangan sampai uang makan buat sebulan jadi ngutang ya. Serius loh, kalap deh pokoknya kalau sudah di sana. Apalagi buku-buku yang diskonnya lumayan.

Walaupun ajang ini adalah pameran buku terbesar di Indonesia, jangan berharap kamu akan menemukan semua buku yang hendak kamu cari di sini. Akan ada beberapa buku yang tidak dapat ditemukan di sini. Tidak percaya? Aku sendiri sudah mengalaminya. Berharap dapat diskon, eh, malah nggak ada yang ngejual buku tersebut sama sekali. Sayang, memang. Sayang diskonnya ^o^.

Dan, tidak berarti namanya IBF kemudian yang dijual hanya buku-buku terkait dengan agama Islam saja. Penerbit sekelas Mizan, Serambi, dan Gramedia memboyong buku-buku mereka ke sana, mulai dari buku-buku yang bernafaskan Islam, novel, cerita anak-anak, hingga buku masakan, ada!! Dan rencanya, aku mau beli satu set buku Eragon dan Lord of the Rings, hohoho. Maharani, booo!!! Paling harus memilih satu di antara dua, hohoho. Target utama tahun ini sih, kitab tafsir al-Mishbah milik Bapak Quraish Syihab, satu set. Soalnya kita (aku dan suami) udah naksir itu kitab dari kapan tau deh. Hayoo, hayooo, nabung, nabungg...

Yang membingungkan aku dan menjadi pertanyaan yang tidak terjawab hingga hari ini tuh, kenapa juga di ajang pameran buku ada yang jualan jilbab, baju, parfum, kaus kaki, dvd, air mineral (bukan si abang-abang yang jualan di pinggir jalan loh maksudnya), madu, sari kurma, dan segala macam deh, hingga kerajinan tangan. Setidaknya, lapak-lapak itu dapat menjadi sangat menggoda untuk didatangi, dilihat, dan dibeli. Berkuranglah jatah uang untuk beli buku! Mmm, tahun ini aku berencana membeli selusin kaus kaki, hihihihi...

Jadi curhat. Lanjut! Fasilitas WC, wudhu, dan shalat sangat tidak nyaman di sini. Hal itu yang menjadi perhatianku dari tahun ke tahun. Foodcourt lumayan banyak tersedia di lapangan parkirnya, harganya tentunya beda ya, lebih mahal maksudnya, serta ada juga warung Padang yang tersedia di dalam Istora. Sepertinya warung Padang itu memang ada di sana setiap harinya. Jajanan gerobak amat sangat banyak di pintu masuk Istora (apalagi di gerbang utama ya). ATM center tersedia, biasanya dihadirkan dengan mobil atau bisa disebut ATM keliling kali ya... Namun jangan khawatir, keamanannya terjamin karena ada satpam yang menjaga.

Nah, bagi kamu yang punya cukup banyak waktu luang dapat mengikuti rangkain acara yang diselenggarakan oleh panitia. Biasanya mereka menghadirkan tokoh dan figur yang dikenal luas untuk menarik perhatian para pengunjung. Di beberapa workshopnya kadangkala ada door prize yang seru-seru. Jangan malu-malu untuk mengangkat tangan jika ingin membawa salah satu hadiahnya ya, biasanya buku.

Oke, sekian dulu. Tunggu laporan hunting-ku di IBF tahun ini ya.
Stay Tuned^^
Wassalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar